Forgive Me

Title : Forgive Me #PART 1
Author : Asrifa Cha
Genre : fantasy, friendship

Rating : PG 15+

Lenght : chapter

Cast :
-kim tae hyung
-kim seok jin
-OC

Disclaimer : semua cast yang ada di ff saya adalah milik Tuhan YME, keluarga, agensi yang menaungi, dan juga saya sendiri selaku pemilik ff ini (ditabok masa). ff ini adalah hasil dari imajinasi saya.. jadi diharapkan untuk tidak mengcopas ff ini.
apabila terdapat persamaan nama, cast,alur cerita, dsb itu hanyalah unsur ketidak sengajaan

A/N : TYPO bertebaran.
harap tinggalkan jejak

happy reading~~

“ aku tidak akan membencimu, aku memaafkanmu”

seorang pria terbangun dari tidurnya dengan peluh yang bercucuran di pelipisnya. pria itu menyeka peluhnya dengan kemeja sekolahnya yang kini sudah kotor dan basah.
apa? basah?. pria itu tersadar dengan apa yang terjadi sebelumnya

“apa tidurmu nyenyak?”tanya seorang pria yang terlihat beberapa tahun lebih tua darinya. ia mendekat kemudian berjongkok di hadapannya.tersenyum miring

“sunbae.. tolong lepaskan aku”ujar jungkook memohon. terlihat raut ketakutan yang tercetak di wajah anak itu. “sekali ini saja.. tolong lepaskan aku sunbae”ucapnya lagi kali ini sambil memeluk kaki pria itu

“seok jin-ah.. sudahlah.. kita bisa menghajarnya lain kali. apa kau belum puas sudah memukulnya 3 kali hari ini?.”ujar seorang pria di belakang pria yang bernama seok jin itu. seok jin tampak berpikir

“oke.”seokjin mengangguk pelan
seokjin membersihkan kotoran yang ada dirambut dan juga di jas sekolah jungkook “persiapkan dirimu besok..”ujarnya kemudian mendorong kuat kepala jungkook hingga membuat pria itu terhuyung.

“ayo pergi”

jungkook menatap punggung seok jin dan teman-temannya dengan tatapan penuh kebencian. ingin sekali ia melawan , tapi apa daya.. pria itu sama sekali tidak sanggup melakukannya. ia hanyalah pria lemah

jungkook bangkit kemudian membersihkan kemejanya yang basah dan kotor. sesekali ia menghapus air matanya yang jatuh.

jungkook ingin mengadukannya pada wali kelasnya, tapi ia berpikir dua kali. apabila dia melaporkan seok jin dan teman-temannya, sesuatu yang lebih buruk pasti akan menimpanya.

jungkook berbaring di atap sekolah dengan kaos putih yang melekat di tubuhnya. seragamnya?.. dia menjemurnya di balkon. akan sangat berbahaya kalau sampai guru im melihat pakaian yang kotor dan juga wajahnya yang babak belur . ia akan di tuduh sudah berkelahi

ia memjamkan matanya dan mulai tidur. akhir-akhir ini ia tidak bisa tidur dengan nyaman. saat inilah saat yang tepat. walau hanya beberapa menit saja
hembusan angin menerpa wajah tampannya itu dengan lembut, seakan ingin membantunya tertidur.. walau hanya beberapa menit saja.. ya.. beberapa menit saja

<<>>

jungkook terbangun saat hari mulai senja. kelas pasti sudah bubar. lantas ia mengambil seragam dan jasnya yang telah kering dan langsung memakainya

krek

“sial!”umpatnya melihat seragamnya yang robek.
jungkook meniup poninya kesal.

kemudian ia tersadar.
jungkook pun berlari kencang

sudah hampir jam 6 sore. ia harus segera bergegas ke tampat kerja paruh waktunya

jungkook mendorong pintu kemudian menunduk minta maaf “maaf aku terlambat”ujarnya

“selalu saja”ujar jimin, satu-satunya teman jungkook yang juga pegawai di minimarket Daehan
“aku pulang dulu”pamitnya. jungkook mengangguk “hati-hati di jalan”

jungkook mulai menjalankan tugasnya. ia mengangkat barang-barang yang ada di sudut mini market itu, mengeluarkan isinya kemudian menatanya dengan rapi.

jungkook melihat seorang anak kecil yang sedang berusaha mengambil sekotak cokelat yang letaknya cukup tinggi darinya

“biar kubantu”ucap jungkook ramah kemudian mengambil cokelat itu.

“terima kasih”ujar anak itu kemudian meletakkan coklatnya di keranjang mini yang ibunya pegang. jungkook tersenyum

“jangan lupa menggosok gigimu setelah makan coklatnya. mengerti?”
anak itu mengangguk
“permisi!!”seru seseorang. jungkook tersadar kemudian pergi ke tempat pembayaran
“maaf”ujarnya

jungkook mulai mengecek harga barang yang di beli oleh seorang bibi

“4 bungkus ramen dan 2 kotak telur harganya 7 dolar”ujarnya. bibi itu memberinya uang
“anak jaman sekarang sukanya berkelahi. dasar”bibi itu berdecak heran.
jungkook tersenyum kikuk “pergilah ke apotik dan belilah obat.. wajah setampan itu kenapa kau lecetkan?”nasehat bibi itu.

“ini kembaliannya”ujar jungkook sambil memberikan uang sebesar 3 dolar pada bibi itu

“ambilah… gunakan untuk membeli obat!. andai saja anakku mempunyai wajah setampan dirimu.. aku akan sangat bangga dan tidak perlu mengeluarkan uang untuk biaya operasinya” ucap bibi itu seraya keluar dari minimarket itu

“terimakasih… datang lagi lain kali”seru jungkook sambil membungkuk cukup lama

jungkook mulai mengecek harga dari pembeli lain. salah satunya dari anak yang dibantunya

“plaster”ujar anak kecil itu memberikan sebuah plaster pada jungkook

jungkook tersenyum ”terima kasih”

“sial!!!”seru seok jin saat kalah bermain judi bersama teman-temannya. ia mengambil sekaleng bir dan mulai meneguknya.
“uangnya milikku HAHAHAHA”seru ho seok keras. ia tertawa bahagia menyaksikan beberapa uang dari hasil judinya itu
“aku menang… HAHAHAHAHA”tawanya kini makin keras tentu saja itu membuat seokjin kesal.

niatnya menambah uang jajan kini malah berkurang.
“diam kau brengsek!!”serunya seraya pergi

“uangku!!!!!”

seokjin membanting kaleng birnya itu kasar. ia kesal sekali sekarang.
nam joon melihat sahabatnya itu mulai mendekatinya
“tenanglah”ujarnya seraya menepuk punggung seok jin

“diamlah”marah seok jin sambil menghempaskan tangan namjoon dari bahunya

“tenanglah… mau cari pelampiasan???”tanyanya sambil tersenyum licik
seok jin ikut tersenyum

jungkook dalam perjalanan pulang kerumahnya. ia tersenyum dalam perjalanan. membayangkan wajah bahagia neneknya saat melihat es krim yang dibelinya

“sedang bahagia?”tanya seseorang

jungkook membeku melihat seokjin dan namjoon berada di depan pintu rumahnya
“aku sudah menunggumu dari tadi. kenapa lama sekali?”tanya seok jin sambil perlahan mendekat.

jungkook mundur perlahan “kau tidak mau pulang? nenekmu sudah menungu”ujar namjoon

jungkook berlari menjauh dari namjoon dan seokjin. tamatlah riwayatnya. yang harus dilakukan jungkook saat ini hanyalah lari

namjoon berhasil mengejar jungkook dan menahan jungkook agar tidak lari
“kau mau kemana sialan?? eoh!!!”makinya seraya mendekat
“mau kemana??? lari?”ia memukul kuat kepala jungkook “hari ini moodku sedang buruk…”ujarnya lagi kali ini menampar pipinya kuat membuat sudut bibir jungkook terluka

BUGHT!!!
satu pukulan kuat mendarat di perut jungkook “rasanya menyenangkan sekali”ujarnya lagi

BUGHT!!! kali ini pukulan itu mengenai wajahnya ”kau tau.. kau adalah pelampiasan kemarahanku. jadi berhentilah menatapku seperti itu. pecundang!!!”

sekjin mulai menghajar jungkook bertubi. pria itu sudah tidak berdaya lagi sekarang.. apakah ini akhir dari hidupnya??

setelah puas menghajar jungkook, seok jin pun pergi “tidur yang nyenyak hoobaenim”ujarnya setelah itu menginjak jungkook.

jungkook bersandar didinding sambil meringis kesakitan.ia menyeka sisa darah yang berada sudut bibirnya.
ia memegang pelipisnya.

arghh
pekik jungkook merasakan sakit yang begitu luar biasa saat menyentuhnya. dan benar saja… ada darah ditangannya.

jungkook bangkit sambil menahan rasa sakit di sekujur tubuhnya. ini sangat menyakitkan. ia berjalan pulang kerumahnya. pasti neneknya sudah tidur sekarang

jungkook membuka pintu rumahnya, rumah sederhananya, rumah seharga 150 dolar perbulan.
“kau sudah pulang?.. kenapa-
aigoo… tuhanku! apa yang terjadi? kenapa wajahmu seperti itu?”tanya nenek jungkook sambil mendekat kearah cucunya itu

jungkook tersenyum. senyum penuh kebohongan “aku baik-baik saja nek.. aku hanya terjatuh. jangan khawatir”jungkook berusaha menenangkan neneknya itu.
“apa nenek sudah makan?. ahh aku lapar sekali”ucap jungkook mengubah topik pembicaraan

“kau lapar?.. tunggu.. nenek ambilkan makanan dulu”

saat nenek tdk terlihat lagi.. jungkook mulai meringis kesakitan. ia memegang perutnya yang terasa begitu sakit, jungkook menaikan kaos yang ia kenakan. perutnya memar dan terdapat beberapa goresan cukup lebar

“kau tahu?.. seok jin sunbae, adalah anak haram. menyedihkan sekali!!”

“benar. kudengar ibunya hanyalah simpanan,, seok jin sunbae sebenarnya sangat dibenci oleh ayahnya!!!. kasihan sekali ya..

langkah jungkook memasuki kelas terhenti saat mendengar teman perempuannya bergosib tentang ‘monster’ di SMA kyunghae. jungkook tampak berpikir aneh-aneh. tapi ia segera mengilangkan pikiran itu dari kepalannya. ia duduk di bangkunya kemudian menjatuhkan wajahnya di atas mejanya dan tidur

seorang namja tengah berjalan ke arah gerbang sekolah, ia menenteng tas punggungnya dengan santai. begitupun saat masuk ke dalam halaman sekolah,sangat santai seperti tidak ada beban

ia tersenyum melihat sekolah yang sudah lama ia tinggalkan.. sekitar… 2 tahun lalu
“aku merindukan aroma ini…”ujarnya.”aroma…. kegilaan”sambungnya sambil berteriak senang kemudian berjalan kembali seraya merentangngkan kedua tangannya menikmati semilir angin yang menerpa wajahnya

“sunbae!!! tolong hentikan!!! arghhh!!!”seru jungkook saat mendapat beberapa pukulan kuat di perut dan juga wajahnya..

“baiklah..”ujar seok jin

“tapi sebagai balasannya… kau harus menjadi anjingku… bagaimana?”tanyanya bengis. seok jin benar-benar manusia yang jahat dan juga kejam

“hei anjing!!! mengonggonglah….”titahnya
jungkook terdiam
“cepatlah!!!”kali ini seokjin memukul kepalannya pelan, semakin lama semakin keras

“sunbae…. kenapa kau tidak mau melepaskanku??
a.. aku minta maaf atas perbuatanku saat itu…
tolong maafkan aku… lepaskanlah aku.. sunbae.. tolonglah”

“maaf?”seokjin tampak berpikir sejenak “memang mengatakannya sangat mudah.. tapi memaafkan orang sepertimu tidak mungkin bagiku. mengerti!!”emosi seok jin semakin meninggi. ia menendang jungkook berkali-kali membuat pria tampan itu bersimpuh penuh darah.

“ayo pergi”

=>=>=>=>FLASHBACK

“jangan lakukan ini padaku…”seru ibu seokjin memohon sambil berlutut dihadapan suaminya. “jangan biarkan jalang ini merasukimu suamiku”

“apa kau bilang??”bentak ayah seokjin. ia menampar istrinya itu kasar “disini justru kaulah yang jalang wanita murahan!!”

“suamiku!!! kenapa kau melakukan ini padaku!!! kenapa kau membawa jalang ini kerumah kita!!!!.”

seokjin kecil melihat jungkook dan ibunya penuh amarah dari pintu kamarnya. tangannya terkepal kuat

selama bertahun-tahun kini hidup seokjin dan ibunya begitu menderita berkat kehadiran jungkook dan ibunya. ibu seokjin diperlakukan bukan lagi seperti istri,, melainkan pembantu oleh mereka. bahkan mereka tidak perlu menyewa pembantu rumah tangga lagi.

>

“hyeong!! apa menyenangkan hidup seperti ini??. kau menyedihkan sekali”ejek jungkook pada seokjin. ia melipat tangannya di atas dada sambil menyandarkan tubuhnya ditembok dengan tatapan meremehkannya

“diam kau!!”ujar seok jin menahan amarahnya

“lebih baik kau dan ibumu pergi dari sini… kau bahkan tidak dianggap oleh ayahmu sendiri. apa kau ini manusia berkulit tebal?.. kau tidak punya malu ya??”

seok jin sudah tidak tahan lagi.. ia langsung mencengkram kerah baju jungkook dengan kasar. “tutup mulut busukmu dan diamlah brengsek!!!. disini.. kau dan ibumulah yang tidak punya malu sama sekali… jadi tutup mulut busukmu dan enyahlah dari sini. mengerti???”

“KIM SEOK JIN”bentak ayah saat baru pulang dari kantor. ia mendekat menghempaskan tangan seokjin dari kerah jungkook dengan kasar.

“dasar anak tidak tahu malu!!! apa yang ka lakukakn pada anakku!!!”emosi ayah sudah tidak bisa ia bendung lagi

“ayah seok jin!!!!”teriak ibu seokjin histeris “jangan lakukan ini pada anak kita. kumohon. tolong bersikapklah yang adil pada seokjin”

“AYAH!!!! KENAPA KAU MELAKUKAN INI PADAKU DAN IBU!!!!.
KENAPA KAU LEBIH MEMIHAK PADA WANITA MURAHAN INI DAN ANAK TERKUTUKNYA!!!!!!”

PLAK!

ayah seokjin menampar keras wajah seokjin.
sementara ibu seokjin menangis histeris. rumah tangganya sudah hancur sekarang

“sayang.. kalian masuklah ke kamar”pinta ayah seokjin lembut. ia mengangguk

“AYAH!!!!!!!!!!!!!”seru sokjin lagi

PLAK!!

“ayah…”ucap seokjin tidak percaya. ia memegang pipinya dengan air mata yang mulai berjatuhan dipelupuk matanya.

“APA SELAMA INI KAU BELUM JUGA SADAR DASAR ANAK TIDAK TAHU DIRI!!!. IBUMU ITU HANYALAH SIMPANANKU!!!!. JADI JANGAN BERHARAP TENTANG WARISAN DAN JUGA KASIH SAYANGKU ANAK HARAM” bentak ayah seokjin keras. ia sangat lelah dengan urusan kantor dan saat pulang emosinya harus naik akibat anak haramnya

mata seokjin melebar. ia tidak menyangka dengan ucapan kasar ayahnya ini, airmatanya mengalir membentuk anak sungai di wajah tampannya

“aku sudah tidak tahan sekali saat ini!!!!!! mari kita cerai!!!!” bentak ibu seokjin sambil menahan air matanya yang akan tumpah saat ini juga.

seokjin memandang ayahnya penuh kebencian. tangannya mengepal kuat “liat saja ayah.. akan ku balas perbuatanmu akan kubuat hidup ayah dan istri murahanmu menderita. kau harus mengingatnya!!”desis seok jin

=>=>=>FLASHBACk END

taehyung memandang aksi seokjin dan kawan-kawan terhadap jungkook dengan tatapan ibanya.
“aigoo. anak itu tidak berubah, selalu saja” taehyung berdecih pelan sambil menggeleng-gelengkan kepalanya

<

“silahkan berkunjung kembali”seru jimin pada seorang pembeli.

“jammu sudah selesai. kau pulanglah”usir jungkook begitu lemas

“apa kau sedang meng- ada apa dengan wajahmu!!”seru jimin. ia mendekat “ya tuhan…. apa yang kau lakukan hingga mendapat luka seperti ini??? kali ini ia memegang kedua pipi jungkook

jungkook menepis tangan jimin dari pipinya “lepaskan tanganmu. itu sakit”

“kenapa tanganmu bisa terluka seperti ini???”

“hyung.. jangan memegangnya.. rasanya sakit sekali”

“apa kau mau kubelikan obat??. tunggu sebentar! aku akan kembali sebentar lagi” jimin segera berlari keluar dari mini market menuju apotek terdekat

“tolong obat luka dan sekotak plaster.”

“ini “jimin memberika obat yang tadi dibelinya “kau bisa memakainya sendiri kan?. maaf aku tidak bisa membantumu. kakakku membuat ulah lagi. aku harus pergi kekantor polisi sekarang”

“hmm”jungkook mengangguk. “pergilah dan bereskan masalah kakakmu.”ujar jungkook sambil menerima obat yang di belikan jimin untuknya.
“sesekali kau harus memukulnya agar dia sadar.”nasehat jungkook “terimakasih untuk obatnya. akan ku bayar hutangku “

jimin tersenyum miring “aku pergi”

namjoon sedang mengunjungi makam seseorang. ia meletakkan sebuket bunga di altarnya.
“bagaimana kabarmu taehyung-ah?”tanyanya

rapmon terdiam “kau pasti sangat membeciku dan seok jin. tapi…. bisakah kau memaafkan kami?”sambungnya sambil tersenyum. senyum yang dipaksakan

“seok jin…. dia hancur sekarang”ujarnya tertunduk “aku takut ia akan membunuh anak itu. seharusnya aku menahannya tapi aku takut seokjin akan melakukan hal yang sama sepertimu”

“sungguh…. saat itu seokjin tidak berniat melakukan itu. hal itu terjadi begitu saja. tae hyung-ah…..” bulir-bulir air matanya kini mulai berjatuhan

air mata taehyung tumpah mendengar perkataan namjoon
“hyung”panggilnya “kau tidak bisa melihatku?” tae hyung mengibas-ngibaskan telapak tangannya didepan wajah namjoon “hyung!!!” taehyung panik

“kami sudah berusaha menyelamatkanmu. tapi….
setelah semua itu terjadi….. seokjin benar-benar berubah. ia bahkan berani menyiksa adik tirinya.”ujarnya dengan suara yang tercekat. ia menyeka air matanya menggunakan lengan bajunya.

“aku seharusnya tidak menangis” namjoon tersenyum.
“anak itu bahkan tidak takut membunuh orang. dia selalu bilang ‘sekali pembunuh tetaplah pembunuh, anak haram tetaplah anak haram’ “

“aish… aku menangis lagi. maafkan aku taehyung-ah. aku harap kau baik-baik saja. aku akan kembali mengunjungimu nanti.
aku pergi”

“apa yang kau maksud hyung?, pembunuh?. “tanya taehyung tidak percaya. namun tidak ada jawaban.

taehyung terdiam. “aku baik-baik saja hyung”
ujar taehyung pelan.
seketika angin berhembus pelan menerpa wajah namjoon

namjoon berbalik. tepat berhadapan dengan taehyung. taehyung tersenyum “hyung… aku disini. kenapa kau tidak bisa melihatku? kau aneh sekali. ahhh aku lupa!! namjoon hyung memang orang yang aneh” celotehnya

namjoon tersenyum “apa itu artinya kau baik-baik saja?”tanyanya. taehyung tertegun
“sepertinya iya.”namjoon tersenyum semakin lebar “akan kuceritakan pada seokjin”ujarnya kemudian berlari meninggalkan pemakaman

“aishh kemana anak nakal itu?? merepotkan sekali”gumam seorang pria berpakaian stylish lengkap dengan sunglass hitamnya.
pria itu melompat ke atas atap untuk mencari seseorang. “walaupun mempunyai kekuatan.. akan sangat sulit menemukan anak itu di sekumpulan manusia-manusia ini. kenapa nasib sial selalu menimpaku!!!???”kesalnya. ia menggaruk-garuk kepalanya frustasi

pria itu mengedarkan pandangannya. begitu teliti. satu orangpun tak luput dari pengelihatannya sekarang.
“itu dia”serunya ketika melihat seorang pria aneh, memiliki wajah seperti alien, dan juga bersikap aneh diantara kerumunan orang yang berlalulalang

“ANAK NAKAL!!!!”serunya setelah itu melompat turun

“ada apa dengan diriku?”aku memandang telapak tanganku linglung “tidak bisa menyentuh manusia, tidak bisa dilihat orang, dikejar anjing. ada apa ini?”
aneh sekali. ini pasti karena aku bertemu si manusia aneh suga. dia selalu mengejarku dan menyeretku ke tempat aneh yang disebut alam baka. tempat seperti apa itu? dasar aneh

“ANAK NAKAL”sepertinya aku mengenali suara itu, pasti hanya halusinasiku saja. manamungkin dia bisa menemukanku ditempat seramai ini

“DASAR ANAK NAKAL!!!!! KALI INI KAU AKAN TERTANGKAP”ahhh sepertinya telingaku tidak berfungsi dengan baik sekarang ini. tapi kenapa suaranya semakin lama semakin jelas?
aku menoleh kebelakang “celaka!!! itu suga hyung!!”

taehyung berlari menghindar dari kejaran suga. terlibatlah aksi saling kejar-mengejar, seperti…. anjing mengejar kucing yang mencuri makan siangnya

“BERHENTI KAU!!!!!!”seru suga.

jarak antar suga dan taehyung semakin dekat. “dasar anak nakal!!! berhenti kau”

suga menarik rambut taehyung saat jarak sudah cukup dekat. untung dia mempunyai tangan yang cukup panjang

“a a a a aw sakit lepaskan!!”pinta taehyung,mencoba merayu suga dengan tatapan berbinar-binarnya. tapi itu sudah tidak mempan sekarang

“tidak akan”

“sakit bodoh”maki taehyung. mendengar itu.. suga semakin menguatkan tarikannya pada rambut taehyung

“makanya saat aku memerintahmu dengan baik kau juga harus membalasnya dengan baik anak nakal”ceramah suga sambil menarik rambut taehyung kekanan, kekiri dan memutarnya. hal itu membuat taehyung harus mengikuti gerak tangan suga agar tidak semakin sakit

taehyung menepis tangan suga dari rambutnya
“kau boleh menarik apapun kecuali rambutku. asal kau tahu aku selalu merawatnya dengan baik,, dan juga… harga perawatannya sangat mahal”protes taehyung kesal sambil merapikan rambutnya yang berantakkan
“kalau rambutku sampai ron……… tok”mata taehyung membulat melihat beberapa helai rambutnya menempel di jemarinya“rontok!! rambut emasku rontok!!!”seru taehyung histeris

“rambutku…. rambutku yang malang!!!”taehyung mendekap jemarinya dramatis

“jangan berlebihan!. itu hanya rambut”ujar suga enteng.
“ayo kita pergi”suga menarik tangan taehyung dengan paksa. tapi dasar anak nakal, taehyung malah merengek tidak mau. ia duduk di tanah sambil mengeleng kuat

“tidak mau”serunya
“ada yang ingin aku tanyakan”

suga menatap taehyung dengan tatapan malasnya “nanti saja. ayo pergi”

“kenapa orang-orang tidak bisa mendengarku bahkan melihatku?”tanyanya bingung. tapi sejurus kemudian ia mulai tersenyum senang,matanya tampak bersinar.

ia menatap suga dengan cengiran anehnya “apa aku mempunyai kekuatan super yang tidak aku sadari?”tanyanya semangat

“aku bisa menjadi mata-mata dan bisa nonton konser gratis, dan juga,,, keliling dunia” tingkat khayalan anak gila ini benar-benar tinggi

suga berdecih “apanya yang kekuatan super?”

taehyung mengerutkan keningnya “lalu semua ini apa?”

“dasar tidak tahu diri. kau sudah mati! ayo pergi”ucap suga enteng. sementara taehyung melongo tidak percaya, sungguh kali ini wajahnya benar-benar seperti alien

“m-mati?”teriaknya histeris “a.. aku mati??”tanyanya sambil menunjuk hidungnya dengan mata yang melotot ke arah suga. sementara suga hanya mengangguk sambil melipat kedua tangannya didada

“ini tidak boleh terjadi!!!, candaanmu sudah berlebihan”sepertinya taehyung masih belum bisa menerima semua kenyataan ini.

“aku tidak bercanda.”
“lalu… apa aku juga memiliki kesempatan 49 hari?, seperti di drama?”tanyanya kalut

“tidak ada yang seperti itu. air mata? yang benar saja,, lagi pula… tubuhmu sudah menjadi abu sekarang”

“bagaimana ini.. aku bahkan belum menikah”taehyung terduduk di tanah dan mulai menangis seperti bayi. sementara suga menatap aneh taehyung “bagaimana dia bisa tidak tahu kalau dirinya itu hantu sekarang?. benar-benar bodoh”gumam suga

“hey jungkook!!!”seru seseorang

jungkook yang tengah menyantap makan siangnya menoleh kearah sumber suara yang yang memangilnya. mata jungkook melebar melihat siapa orang yang memanggilnya itu. jungkook terdiam menghentikan aktifitasnya. kepalanya tertunduk
“kau tidak menjawabku?”tanya seokjin yang kini sudah duduk di samping jungkook.

“annyeonghaseumnikka sunbaenim”

“anak pintar”ujar seokjin sambil mengelus-elus rambut jungkook

“apa yang kalian liat?, lanjutkan makan siang kalian” ucap namjoon pada penghuni kantin yang tengah menoleh kearahnya

“makanlah.. kenapa berhenti?”tanya seok jin. lantas jungkook mulai melanjutkan makannya walaupun dengan perasaan tidak tenang

“hyung, berhentilah membuat masalah”pinta jimin “ibu sedang sakit sekarang”

“lalu? apa itu urusanku?.”tanya

“dia ibumu?!!!”bentak jimin

“dia bahkan tidak menganggapku anaknya, kenapa aku harus peduli?”

jimin menarik kerah baju seunghoo dengan kasar “hyung!!!!”bentaknya “kenapa kau jadi seperti ini bajingan?”

“semuanya karna kau, mengerti?”ucapnya seraya melepaskan cengkraman jimin dari kerah bajunya “kau selalu disanjung ibu sedangkan aku diremehkan… bagaimana rasanya? menjadi anak yang dibanggakan? nikmatilah.

kalau kau menyayangi ibumu itu, maka carilah uang yang banyak!, orangtua itu… hanya memikirkan uang bodoh!”
ujar seunghoo seraya pergi
jimin membeku ditempat, matanya mulai berkaca-kaca “dasar bajingan jahat.. kenapa kau lakukan ini semua?”gumamnya pelan

lantas jimin berbalik “hyung!!!!”seru jimin, langkah seunghoo terhenti

“pulanglah,, ibu merindukanmu”

seunghoo mematung ditempatnya. “tidak mungkin” batinnya

“ibu ingin melihatmu.. kembalilah ke rumah. hyung…”

air mata sunghoo mulai tumpah, ia memejamkan matanya untuk menetralisir rasa sakit yang dirasakannya

“hyung!!!!”

“HYUNG!!!!!!!!!!”

“HYUUUUNGGG!!!!!!!!”

seunghooo kembali berjalan “maafkan aku, ibu… jimin-ah”batin seunghoo berusaha tidak mendengar teriakan jimin yang terus memanggilnya

semua penghuni kantin terkejut melihat seokjin yang menumpakan sesuatu ke makan siang jungkook. seokjin lantas mengambil alih sendok yang ada ditangan jungkook

seokjin dan namjoon duduk di hadapan jungkook sambil tersenyum

“makan”titah seokjin sambil melirik makan siang yang kini terlihat sangat menjijikkan

jungkook terdiam. tertunduk

“ah… aku lupa.”
“kau anjingku sekarang”

seokjin membuang sendok dan sumpit ke lantai

“makan” titahnya lagi. tapi jungkook tetap terdiam

“kubilang makan!!!!!!!!!”serunya tak sabar. seokjin bangkit dari tempat duduknya dan medorong kepala jungkook, memaksanya makan makanan itu.

jungkook menepis tangan seokjin dari kepalanya dan lantas membalikan meja yang ada didepannya. tentu saja… semua orang yang ada dikantin terkejut begitupun dengan namjon dan seokjin

“jangan menggangguku brengsek!!!” desisnya penuh amarah

“enyahlah kau brengsek!!!!!!!”teriak jungkook keras

seokjin tersenyum “ya.. begini.. kau harusnya seperti ini sejak awal. jangan munafik!!”

“apa menyenangkan hidup seperti ini, bagaimana kabar ibu tidak tahu malumu itu?” ujar seokjin melipat tangannya

jungkook terdiam berusaha meredam amarahnya

“kenapa diam?. apa ibu busukmu menelantarkanmu saat ayah bajinganmu bangkrut?”

“malangnya nasibmu”

“DIAM KAU ANAK HARAM!!!!!!!!!” seru jungkook. amarah yang susah payah ia redam kini keluar begitu saja.

“KAU HANYALAH ANAK HARAM YANG TIDAK DIINGINKAN AYAHMU SENDIRI!!!! JADI DIAMLAH KAU BRENGSEK DAN ENYAHLAH DARI HADAPANKU!!!!!”

“sejak awal hingga saat ini… kau tetaplah anak yang menyedihkan”desis jungkook

tbc.

huah… akhirnya selesai juga part ini
mohon saran dan kritikannya.
maafkan saya yang sudah membuat jungkook menderita dan juga merusak imej seokjin yang penuh kasih sayang hingga menjadi seperti ini.. maafkan saya 
next?
코멘 주세요 ㅅ-ㅅ